Rabu, 01 Juni 2011

Seleksi AFS Tahap II

Sehubungan dengan postingan gue yang ini, dan ternyata... ada kabar baik  (setidaknya untuk gue) : gue lolos \(^o^)/

Ya ampun, bener-bener syukur puji Tuhan. Seriusan, asli gue bener-bener gak nyangka bakal lolos dari jeratan Pengetahuan Umum, Tes Bahasa Inggris, dan Essay itu.



Tanggal 29 Mei 2011, diadakanlah seleksi tahap II. 

Seleksi tahap II ini ada 2 shift, shift pagi dan shift siang. Kedapetan shift pagi, jadi jam 7 harus udah siap di STBA LIA, Pengadegan. Pas di sana, para peserta dibagiin tanda pengenal bertuliskan nama, nomer peserta (bukan nomer peserta ujian, entah nomer apa gitu. Nomer gue 106), dan jam serta ruang yang diperkirakan adalah jam dan ruang tempat kita bakal ada wawancara kepribadian dan interview bahasa Inggris.
Di kartu gue (kalo ga salah) tulisannya :
H1  10:00 – 10:50       H5  11:00 – 11:20

Setelah itu kami masih disuruh ngumpul di lobi, duduk lesehan di lantai dan lantainya udah ada nomer urut kami, jadi kami mesti nyari nomer urutnya sesuai yang tertulis di tanda pengenal kami. Trus duduk tenang di situ, ngobrol kek, ngapain kek, asal jangan bikin keributan.
(Sejujurnya gue pengen ngobrol sama anak sebelah gue, tapi berhubung dia asyik sama HP-nya, gue gak berani ganggu -______-“)

Jadilah gue bengong kira-kira 2-2,5 jam *krikkrikkrik*


Akhirnya setelah 2 atau 2,5 jam kemudian, Kak Yolanda—yang meng-guide kami sejak awal—datang bersama kakak-kakak panitia berbaju sama : merah dengan tulisan “AFS” di depan dan “volunteer” di belakang (tebakan gue sih, kakak-kakak itu semuanya returnee). Kakak-kakak itu mengenalkan dirinya, lalu kami secara berkelompok—ber-enam-enam, dipanggil sedikit berurutan, misalnya kelompok gue: 106, 107, 111, 112, 116, 117—dan lalu digiring oleh seorang panitia. Sejujurnya gue gak denger namanya siapa, maaf ya kak!


Kelompok gue dibawa ke lantai paling atas, lalu gue dan peserta 107 (yang tadi duduk di sebelah gue, oh ya namanya Jesslyn Bernadette) disuruh nunggu di depan sebuah pintu menuju ruangan H1. Setelah itu gue disuruh masuk, dan *jrengjrengjrengjreng* dimulailah wawancara kepribadian.

Jadi ada 3 pewawancara. Sebenernya ada 4 orang di dalem ruangan itu : ada Kak Adriana, Kak Sigit, Kak Euis, dan Kak Chandra. Tapi Kak Chandra cuman ngecek kartu ujian gue doang. Setelah itu ditanyain ini-itu, kayak “menurut kamu tuh Indonesia ini gimana sih?” atau “cita-cita kamu kan dokter nih, gimana sih cara-cara kamu biar sampe jadi dokter?” atau “kira-kira, negara tujuan kamu tuh apa sih?”

Dan yang bikin gue nyesek setengah mati ketika kembali mengingatnya...

Pewawancara (P)  : Kalo misalnya nih, andaikan kamu lolos sampe terakhir, kamu bakal dikirim. Nah di sana tuh kamu nanti ada presentasi tentang Indonesia. Nah kira-kira apa yang bakal kamu presentasiin?
Gue (G)  : Yaaa saya sebisa mungkin akan menjelaskan bahwa Indonesia itu bagus.
P  : Iya, bagus apanya? Bagus dimananya?
G  : Ya Indonesianya...
P  : (bingung) Iya, Indonesianya tentang apa?
G  : Ya Indonesia itu.... bagus
*krikkrikkrik*

P  : (bingung, setelah 5 menit berlalu) Ya udah deh, ganti topik dulu. Kira-kira nih, negara tujuan kamu tuh kemana sih?
G  : Nggg... Jerman, mungkin. √† padahal sesungguhnya ga ada negara impian, entah kenapa terpikir Jerman
P : Oh, Jerman! Kenapa pilih Jerman?
G  : Karena... kata papa, kedokteran di sana bagus...
*krik*



Setelah itu banyak lagi yang ditanyain pewawancara itu secara gantian tentunya, misalnya keseharian gue ngapain aja, trus kegiatan akhir-akhir ini, dan.... masalah Indonesia akhir-akhir ini. 
Catat: yang kamu tahu. Kalo kamu ikut AFS, please, jawab masalah Indonesia yang kamu tahu aja, jangan sok-sokan membahas politik ini lah itu lah, JANGAN kayak gue :

P  : Menurut kamu, masalah Indonesia yang lagi marak ini apa sih?
G  : Hm.. masalah korupsi.
P  : Korupsi apa?
G  : Nggg... itu tuh, si Nazarudin.
P  : Ngomongnya gak boleh pake ‘si’ dong, kan dia lebih tua
G  : Oh, iya, maksudnya Nazarudin. (dalam hati merutuk sial)
P  : Oh gitu. Menurut kamu, masalah Nazarudin ini gimana?
G  : (hening sejenak, dalam hati : Aduh mampus, gue gak pernah baca koran!!!)
G  : (setelah 30 detik) Sejujurnya, saya nggak terlalu mengikuti atau mengerti tentang masalah politik itu ya, kalo saya baca ya baca aja, nggak pernah diperdalam
P  : (hening)

Haha...


* * * * * *


Setelah entah-berapa-menit yang menyiksa, giliran gue selesai. Gue keluar, dan menunggu dipanggil di luar. Lalu seorang panitia memanggil : “Nomor ujian 215? Viktoria Mardhika?” Gue bangun dari tempat duduk, lalu masuk ke ruangan. Ruangan itu beda dari ruang wawancara kepribadian, di mana satu ruangan untuk satu wawancara. Tapi di ruang untuk wawancara bahasa Inggris itu, ada 3 bagian. 3 pewawancara ditempatkan di sudut kiri, 3 pewawancara di tengah, dan 3 pewawancara di sudut kanan. Gue dibawa ke sudut kanan.

Di situ ada 3 pewawancara. Sialnya, gue lupa namanya. Gue cuman inget 1 nama : Kak Megah, anak Universitas Indonesia. Yang 2 lagi nametag-nya ketutupan, dan yang gue inget dua-duanya returnee YES.

Auranya bedaaaaaaaa banget dari wawancara kepribadian. Mereka sangat amat friendly. Mereka nggak memaksa gue untuk menjawab ketika gue bingung menyusun kalimat. Mereka hanya tersenyum, lalu ketika gue menyerah untuk menyelesaikan jawaban, mereka hanya mengangguk-angguk lalu beralih ke pertanyaan berikutnya.

Di sini gak jauh beda, ditanyain tentang keseharian, kegiatan gue, pendapat tentang AFS, (lagi-lagi) negara tujuan, dan lain-lain. Gak inget semuanya, tapi yang jelas antara satu pertanyaan dan pertanyaan lainnya itu nyambung. Jadi misalnya :

P  : So, can you tell us how about your activities?
G  : At school? Well, first I wake up at about 5 a.m, then go to school and study until 3 p.m. Then I have to practice Saman dance intensively... and then at 5 p.m, I go to my course... then at 7 p.m go home.
P  : Saman dance? Why intensively?
G  : Because we’re about to have... ehm... competition...
P  : Oh, I see. And you said you have course. What course?
G  : Ehm... English
P  : I see. Is dancing one of your hobbies? (= mulai bertanya tentang hobi)
G  : Not really, my hobbies are swimming and... drawing.
P  : Ow, what kind of drawing?
G  : Ehm.. Drawing... manga. Comic style.
P  : Oh, I see. Tell us more about manga.

Yah begitulah. Setelah itu gue ngejelasin tentang manga ini itu dengan kalimat yang belepotan, sama sekali gak bisa dibilang bagus, tapi kakak-kakaknya dengan penuh perhatian memperhatikan tanpa sedikitpun terlihat bingung. Haha, mungkin mereka bingung dalam hati kali ya.


* * * * * * *


Setelah selesai, gue keluar dari ruangan, trus disamperin salah seorang panitia. Setelah mastiin gue udah tes dua-duanya, gue diperbolehkan pulang. Akhirnya!!

Saran gue :
1. Ke kamar mandi dulu. Percayalah, itu akan membuatmu lebih tenang.
2. Berdoa semoga nggak dapet ruangan yang terletak di lantai paling atas. Gue dapet di lantai paling atas, dan thanks to it, gue ngos-ngosan dan nervous abis.
3. Jangan sekali-lagi nyebutin apapun yang gak kamu tau. Bisa aja itu memancing para pewawancara untuk bertanya lebih jauh. Kalo kamu lumayan tau, syukurlah. Kalo gak? Misalnya masalah di Indonesia. Jangan sekali-kali sok-sokan ngejawab.
4. Perbanyak latihan conversation. Setidaknya untuk memperbanyak vocab dan melatih menggunakan susunan kata yang bagus.


Oke, sekian yang bisa gue share. Goodluck!

5 comments:

lailly mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Arradhiyatul Mutiara mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
alisebethari mengatakan...

kak, hasil seleksi tahap II diumumkan stlh brp hari? :)

alisebethari mengatakan...

kak, hasil seleksi tahap II diumumkan stlh brp hari? :)

Viktoria Mardhika mengatakan...

Wah aku lupa sebenarnya :( maaf ya, kamu tunggu aja atau stay tune sama berita-berita AFSnya

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Follow

About me

Foto Saya
Viktoria Mardhika
Imperfect. Dreamer. Pharm.
Lihat profil lengkapku

What's Hot

You're The...

My Other Blog

Pages

Popular Posts

 

Template by BloggerCandy.com